![]() |
| Sander Metz, seorang pria berdarah Indonesia yang diadopsi oleh keluarga asal Belanda yang kini mencari keberadaan keluarga aslinya. |
![]() |
| bersama suster pengasuh |
Seperti yang dialami oleh Sander Metz. Sejak beberapa bulan lalu, pria 34 tahun ini mencari anggota keluarga biologisnya yang berada di Kali Pawon, Ambarawa, Jawa Tengah melalui akun Facebook-nya. Sanderz Metz mengaku bahwa ia telah diadopsi oleh keluarga asal Belanda saat belum saat usianya belum genap setahun dari sebuah keluarga di Ambarawa.
Pria kelahiran 20 Maret 1981 ini juga mengaku bahwa ia terlahir dengan nama Budi Santoso. Ia juga mengaku memiliki ibu bernama Warni, dan saudara kandung bernama Budi Rahayu yang diperkirakan usianya sekitar 3 tahun lebih tua darinya, yaitu 37 tahun. Melalui media sosial Facebook, Youtube, dan Twitter, ia berupaya untuk menemukan anggota keluarganya di Kali Pawon, Ambarawa.
Di akun Facebooknya, pria yang hobi bermusik ini juga membeberkan beberapa dokumen mengenai identitas dirinya sewaktu bayi. Seperti surat keterangan lahir, paspor, dan beberapa foto dirinya. Metz sendiri diketahui telah menikah dengan seorang perempuan Belanda dan telah dikaruniai dua orang anak, laki-laki dan perempuan.
Jika kamu ingin membantu Sander Metz mencari keluarganya, kamu bisa membagikan beberapa postingan di akun Facebook (Sander Metz), Twitter (@santoso40) atau Youtube-nya (santoso40). Mungkin, satu share yang kamu bagikan bisa membantu Metz dalam menemukan anggota keluarganya di Ambarawa. Sharing is caring.
Camat Ambarawa, Haris Pranowo mengerahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan keluarga Metz. "Kami mendapatkan laporan dari warga dan beberapa petugas tadi pagi. Ada warga Belanda cari keluarganya di sini (Ambarawa). Kami pun segera membantu untuk pelacakan berkait informasi tersebut karena berhubungan dengan kewilayahan kami," kata Haris Pranowo kepada Tribun Jateng, Kamis (19/11).
Menurut Haris, usaha awal yang telah dilakukan dan hingga saat ini masih terus diupayakan yakni melalui pelacakan dengan cara mengecek database kependudukan di Daftar Cetak Biodata Warga Negara Indonesia (WNI) Kecamatan Ambarawa. Fokus dalam pelacakan, yakni pada nama-nama serupa dengan yang disebutkan oleh Metz itu.
"Ada sekitar 15 nama dengan kata sandi Budi dalam pelacakan. Dari data itu, kemudian kami coba cocokkan dari sisi nama warga, usia, kelahiran, hingga alamat tinggal. Tetapi tidak ada satu pun yang sama persis. Di akun sosial media milik Sander Metz disebut nama Budi Rahayo usia 37 tahun, tetapi tidak ada satu pun yang sama persis," jelasnya.
Metz (Budi Santoso) mencari kakaknya bernama Budi Rahayo atau Budi Rahayu, berusia sekitar 36 tahun tinggal di Ambarawa. Dalam pengakuannya, Sander Metz lahir di Kalipawon,Ambarawa. Kemudian diadopsi dan dibawa ke Belanda.
Kapolsek Ambarawa AKP Mulyadi kepada Tribun Jateng, Jumat (20/11/2015) petang mengatakan, telah menemui Warni lagi. Warni tidak menampik dan tahu tentang anak yang bernama Budi Santoso itu. Tetapi dia mengklaim bukan orangtua kandung Sander Metz, melainkan budhenya. Berkait orangtuanya, dia masih enggan menginformasikan.
Dalam akte Sander Metz tertulis orangtuanya bernama Warni. Namun setelah ditelusuri di Ambarawa, Warni mengaku bukan ibu kandungnya melainkan budhenya. Warni tidak bersedia membeberkan silsilah keluarga Sander Metz. Dia hanya menyampaikan bahwa Sander memang ketika itu diadopsi. Yang mengadopsi adalah pihak Kesusteran yang berada di Kota Semarang. Setelah itu tidak ada informasi lain.
Lisa: Berbagai sumber





0 Response to "Perjuangan Sander Metz Mencari Warni, Ibunya Membuat Banyak Orang Ingin Membantu"
Post a Comment