Membangun Rasa Cinta Kepada Nabi Muhammad SAW


DALAM peristiwa Isra’ Mi’raj, Allah telah membawa Rasulullah ke masa depan dan memperlihatkan siksa neraka akibat perbuatan manusia semasa hidup di dunia. Namun, apabila rasulullah memberi peringatan kepada kita melalui haditsnya, kita hanya membiarkannya berlalu tanpa diamalkan, tanpa sedikit pun rasa bersalah atau rasa sungguh-sungguh untuk mengikut suruhan tersebut.
Rasulullah SAW ini wajib kita sayangi melebihi ibu bapak kita sendiri, bahkan diri kita sendiri. Mengapa? Di hari akhirat kelak, tiada lagi tempat kita dapat menggantungkan harapan seperti di dunia sekarang. Sekarang kita bisa meminta tolong pada orang tua atau saudara kita.
Bayangkan di saat kita sedang berada di padang masyhar kelak, yaitu di suatu hari yang sangat dahsyat. Semua orang sibuk dengan diri masing-masing, sampai-sampai orang tua pun tidak dapat menolong anaknya sendiri. Lalu siapa yang hendak kita tuju? Tidak lain tidak bukan, Rasulullah SAW. Nabi yang kita cintai dan sayangi. Tetapi bayangkan Anda pergi berjumpa Rasulullah SAW lalu menyapa, “Ya Rasulullah, kenal tdak engkau padaku? Aku umatmu. Aku ingin memohon syafaatmu”. Rasulullah memandang kita dan berkata, “Aku tidak kenal kamu”. Tidakkah tergambar kesedihan yang mendalam, tidakkah kita merasakan sebuah tamparan yang hebat jika itu jawaban Rasulullah SAW kelak(semoga ia tidak terjadi pada kita semua).
Coba kita renungkan kembali sewaktu kita hidup di dunia ini. Adakah kita ingat Rasulullah SAW? Adakah kita bershalawat untuk baginda SAW setiap hari? Adakah kita membaca hadits untuk mengetahui kisah hidup baginda SAW? Adakah kita mengikuti sunnahnya? Adakah kita menangis saat ingat Nabi? Apakah kita berfikir sebagaimana Baginda SAW berfikir? Jika jawaban kita adalah TIDAK, menangislah sekarang. Semoga ia memberi keinsyafan pada diri kita yang lemah ini.
Apakah adil jika kita memohon syafaat, tetapi kita tidak melakukan satu pun perkara di atas. Marilah kita sama-sama bermuhasabah diri. Rasul sayang kita. Rasul berkorban untuk umat. Rasul lapar untuk umat. Rasul sakit karena hendak mengajak umat mengesakan Allah, mengajak umat hidup dalam Islam. Pernahkah kita menangis sekali seumur hidup, ketika merindukan Rasulullah SAW atau menangis mengenang pengorbanannya? Pikirkanlah.
Mari kita bertekad untuk bersama-sama mengamalkan sunnah Rasulullah SAW. Mudah mudahan dengan kita membaca hadits Nabi SAW, Allah akan menurunkan rahmat-Nya pada diri kita. 

FOREX, CAR, INSURANCE

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Membangun Rasa Cinta Kepada Nabi Muhammad SAW"

Post a Comment