PERNIKAHAN adalah sebuah ikatan suci yang menyatukan dua insan yang berbeda untuk mengarungi indahnya dunia bersama. Dengan adanya pendamping hidup, menjadikan hidup ini lebih bermakna, dan berwarna. Namun, pasangan hidup yang seperti apakah yang akan membawa pada kebahagiaan di dunia dan di akhirat? Akan disajikan secuil kisah yang terdapat dalam kitab Tuhfatul ‘Arus berikut ini :
Dikisahkan ada seorang laki-laki yang datang untuk menikahi seorang wanita yang tertarik terhadapnya. Wanita ini memutuskan untuk menikah dengan lelaki itu tanpa melihat karakter dan sifatnya terlebih dahulu. Sang ayah sebenarnya tidak menyetujui putrinya menikah dengan lelaki itu. Karena melihat gerak-gerik yang kurang meyakinkan dan tidak memiliki pribadi yang baik. Akan tetapi putrinya tetap pada pendiriannya dan beranggapan bahwa dia itu lelaki yang baik, walaupun terdapat kekurangan pada lelaki itu, ia akan mencoba untuk mengubahnya.
Dengan beraninya ia akhirnya meninggalkan rumah dan menikah dengan lelaki itu. Ia lebih memilih lelaki yang dicintainya tanpa mendengarkan nasihat dari ayahnya. Yang sudah jelas-jelas karena sesama lelaki, lebih mengetahui gelagat dari lelaki tersebut.
Sebulan berlalu, ayahnya rindu pada putrinya itu. Ia memutuskan untuk mengunjungi dan datang ke rumahnya. Setelah bertemu, ia melihat ada bekas dan tanda-tanda pada tubuh anaknya. Ayah nya menanyakan bagaimana keadaannya namun sang putri bisa menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi dengan menampakkan wajah yang ceria. Kemudian sang ayah bertanya mengenai tanda yang ada pada tubuhnya. “Apa yang bisa aku katakan, Ayah? Aku sudah tidak menuruti dan mematuhi semua perkataanmu. Aku telah memilih seseorang tanpa mempertimbangkan dan mengetahui agama dan akhlaknya,” jawab sang putri dengan penuh perasaan bersalah.
Sebulan berlalu, ayahnya rindu pada putrinya itu. Ia memutuskan untuk mengunjungi dan datang ke rumahnya. Setelah bertemu, ia melihat ada bekas dan tanda-tanda pada tubuh anaknya. Ayah nya menanyakan bagaimana keadaannya namun sang putri bisa menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi dengan menampakkan wajah yang ceria. Kemudian sang ayah bertanya mengenai tanda yang ada pada tubuhnya. “Apa yang bisa aku katakan, Ayah? Aku sudah tidak menuruti dan mematuhi semua perkataanmu. Aku telah memilih seseorang tanpa mempertimbangkan dan mengetahui agama dan akhlaknya,” jawab sang putri dengan penuh perasaan bersalah.
Kisah ini hanya segelintir dari sekian banyak kisah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang marak terjadi belakangan ini. Ternyata KDRT ini sudah ada sejak masa silam. Tak jarang kejadian KDRT akan berujung pada perceraian. Inilah salah satu akibat apabila kita menentukan menikah pada orang yang dangkal dalam agama dan akhlaknya. Hal ini akan menjadi penyesalan yang tak terlupakan dalam hidup. Banyak pula wanita yang mengalami trauma berkepanjangan karena KDRT. Mereka menjadi sulit untuk menerima laki-laki lagi karena ketakutan hal yang buruk dalam hidupnya terulang kembali. Idealnya, sepasang suami istri itu harus saling membantu, saling mengasihi, menyayangi, mencintai, bekerja sama dalam membina rumah tangga dan mendidik anak-anaknya. Agar tercipta keluarga yang bahagia dan harmoni.
Dari Thabrani meriwayatkan bahwa Ummu Salamah RA pernah bertanya pada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?” Beliau SAW menjawab, ”Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata: ‘Wahai Rabb-Ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka, nikahkanlah aku dengannya.’ Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”
Kemudian Rasulullah pun pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Thabrani, “Barang siapa yang menikahi seorang wanita karena kemuliaannya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain berupa kehinaan. Barang siapa menikah karena hartanya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain berupa kemiskinan. Barang siapa menikah karena kedudukannya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain berupa kerendahan. Dan barang siapa menikahi seorang wanita hanya karena ia menginginkan dengan wanita itu untuk menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, atau menyambungkan ikatan kekeluargaannya, maka Allah akan memberkahinya pada wanita itu dan akan memberkahi wanita itu padanya.”
Bagi para gadis dan bujang yang hendak menikah. Cari dan pilihlah pasangan yang memiliki agama dan akhlak yang baik. Karena orang yang memiliki agama dan akhlak yang baik sudah barang tentu akan memahami dan mengetahui semua yang baik dan yang buruk, semua yang Allah SWT perintahkan dan Rasulullah SAW ajarkan. Dengan orang yang shaleh dan shalehah insyaAllah kita akan terus nyaman berada didekatnya, dan akan memperoleh kebahagiaan di dunia serta akhirat. Aaamiiin.

0 Response to "Utamakan Keshalehan dalam Memilih Pendamping Hidup"
Post a Comment